loading...
PT Sucofindo (Persero) bersama HCETS melaksanakan sinergi strategis bilateral untuk menghadirkan solusi Waste to Energy (WTE). FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - PT Sucofindo (Persero) bersama Hsucheng Environmental Technology Services (Shanghai) Co., Ltd., (HCETS) melaksanakan sinergi strategis bilateral untuk menghadirkan solusi Waste to Energy (WTE) yang dapat membantu menekan beban sampah perkotaan, sekaligus menghasilkan energi yang bermanfaat dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.
Sinergi tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) oleh Direktur Utam Sucofindo Sandry Pasambuna dan President Director HCETS Zhou Yitian, Kamis (13/8) pekan lalu. Sandry menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan fondasi penting bagi kedua pihak dalam membangun kolaborasi yang berorientasi pada upaya berkelanjutan sekaligus mendorong hadirnya solusi hijau yang memberikan manfaat secara luas.
“Indonesia membutuhkan solusi yang andal untuk mengurangi beban sampah perkotaan, salah satunya melalui upaya Waste to Energy. Namun, keberhasilan proyek WTE tidak hanya bergantung pada teknologi yang digunakan. Kesesuaian teknologi dengan karakteristik sampah, kualitas desain dan konstruksi, kesiapan operasional, keandalan aset, pengendalian emisi, pengelolaan residu merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan secara menyeluruh,” ungkap Sandry dalam keterangan pers, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga: Prabowo Ingatkan Penanganan Sampah Tak Bisa Gunakan Cara-cara Lama
Sandry menyebutkan bahwa pengembangan WTE di Indoensia masih memiliki sejumlah aspek yang dapat diperkuat, khususnya secara teknis. Dalam konteks ini, kata dia, sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Testing, Inspection, Certification (TIC) Sucofindo memiliki peran untuk memberikan assurance yang objektif dan independen di sepanjang siklus proyek serta mendukung akselerasi pembangunan dan pengoperasian Waste-to-Energy Power Plant/PSEL.


















































