KWI dan Caritas Indonesia Soroti Ancaman Perdagangan Manusia Usai Bencana Aceh-Sumatera

1 month ago 32

loading...

Konferensi pers KWI bersama Caritas Indonesia mengimbau rentannya ancaman perdagangan manusia di lokasi pasca bencana di Sumatera-Aceh. Foto/Annastasya.

JAKARTA - Konferensi Waligereja Indonesia (KWI) bersama organisasi Caritas Indonesia mengimbau rentannya ancaman perdagangan manusia di lokasi pasca bencana di Sumatera-Aceh.

Di momen pemulihan ini, KWI bersama Caritas Indonesia mengingatkan para masyarakat untuk tak tergiur ajakan migrasi dari pihak tak resmi.

RD. Fredy Rante Taruk, Direktur Eksekutif Caritas Indonesia mengatakan ancaman ini bisa terjadi mengingat banyak korban bencana banjir yang kehilangan dokumen penting seperti ijazah, KTP dan surat-surat berharga lainnya. Ini bisa membuat para korban kesulitan mendapatkan pekerjaan setelah wilayahnya kembali pulih.

Baca juga: Data Terbaru Bencana Sumatera 4 Januari 2026, 242.174 Orang Masih Mengungsi

“Berdasarkan kesaksikan para staf dan relawan caritas di sana, banyak warga terdampak bencana kehilangan keluarga, pekerjaan bahkan dokumen penting, kartu identitas dan sertifikat lainnya. Di tengah situasi tersebut, sangat rentan perdagangan orang dan migrasi yang tidak aman,” ucap Romo Fredy dalam konferensi pers daring, Senin (5/1/2026).

Caritas Indonesia menilai bencana ikut memicu krisis sosial. Imbas hilangnya harta benda dan dokumen bisa membuat para korban lengah hingga mudah terpengaruh oleh predator perdagangan manusia.

Baca juga: Tito Sebut Prabowo Minta Siswa Sekolah Kedinasan Turun ke Lokasi Bencana

Read Entire Article
Prestasi | | | |